Written on
18 November 2008 – 22:36 | by andr14
Sabtu tlah tiba, hore…hore…hore…. Yup, hari sabtu adalah hari yang paling kunantikan, tau kenapa..?? bukan menanti diapelin pacar, but hari sabtu adalah hari dimana aku ketemu ma temen-temen untuk berbagi ilmu dan cerita tentunya (biasa, cewe gitu loh…). Tapi ini bukan sekedar cerita or sekedar gossip karena di dalam cerita itu akan kita kupas untuk mencari hikmah di baliknya. Ya, sejak lulus kuliah baru kusadari bahwa pertemuan dengan mereka adalah salah satu hal yang berharga dalam hidupku (cie…). Dulu aku merasa pertemuan ini Cuma bagian dari aktifitas pekananku, tapi tidak untuk sekarang. Aku rasa bukan Cuma aku yang merasa seperti ini, tapi juga mereka. Hal ini terbukti dengan selalu lengkapnya jumlah kami setiap pekannya, tidak seperti dulu tentunya (Ketahuan, sering bolos yach..).
Sore ini kami membedah buku “Menjadi Wanita Paling Bahagia”, karangan dari Dr. Aidh al-qarmi, buku yang fantastic n penuh hikmahn bagi muslimah pendamba surga. Menjadi wanita paling bahagia bukanlah menjadi wanita karier yang menumpuk harta untuk masa depan (katanya sih….), bukan pula wanita cantik berbody gitar spanyol yang berlenggak-lenggok di atas cat walk dimana mereka merasa bahagia dengan dikelilingi banyak laki-laki yang sangat mengagumi keindahan tubuhnya saja. Ya, mereka sudah ccukup bahagia dengan hidup mereka, merasa bahwa Allah berpihak padanya dengan alas an telah memberikan kesempatan segemilang itu.
Sungguh sempit pikiran mereka, kebahagiaan hanya diukur dengan banyaknya uang atau dengan banyaknya pria yang mengaguminya. Mereka bangga bisa tampil di televisi dengan memamerkan auratnya untuk dikonsumsi publik hanya demi mengejar jutaan rupiah yang mereka anggap sebagai sumber kebahagiaan di dunia ini. Padahal sesungguhnya Allah berulangkali memuji para wanita yang saleh dan beriman ”Allah telah menciptakan satu contoh bagi orang-orang yang beriman yaitu perempuan (istri fir’aun) ketika ia berdoa, ’Wahai Tuhanku, bangunkanlah buatku sebuah rumah yang dekat dengan-Mu di surga dan selamatkanlah aku dari Fir’aun dan perbuatannya, serta selamatkanlah aku dari orang-orang yang berbuat kezaliman.” (QS. At tahrim; 11). Kalo kita renungkan bersama, mengapa Allah menjadikan Asiyah r.a sebagai contoh hidup bagi orang-orang mukmin? Mengapa Allah menjadikannya sebagai permisalan dan gambaran nyata bagi mereka yang ingin mendapatkan kebahagiaan sejati? Bukan Britney Spears atau Avril, bukan pula Bunga Citra lestari ataupun Agnes Monica. Hal ini dikarenakan betapa cerdas dan teguhnya keimanan wanita ini, ia hanya mengharap kedekatan dengan Rabb-nya yang maha mulia, lebih memilih surga Allah daripada istana dunia, berani menentang kesewenang-wenangan fir’aun yang lalim lagi kafir dan menolak untuk hidup di istananya yang penuh dengan kemewahan dunia.
Berbalik 180 derajat dengan wanita sekarang yang rela menjual diri mereka dengan berlenggak-lenggok di depan ratusan bahkan jutaan pria yang bukan suaminya hanya dengan dalih untuk cari makan. Seberapa besar lambung kita kalo hanya untuk makan saja? Omong kosong kalo hanya untuk cari makan, kalo untuk hidup mewah itu baru bener (geregetan neh….). Kalo sekedar bisa hidup kenapa tidak dengan berdagang atau kerja lainnya yang tidak perlu memperlihatkan auratnya kan banyak sekali githu loh…karena sesunggunhya sesudah kesulitan itu terdapat kemudahan (QS. Al Insyiroh: 6) kalo kita bersabar di dalam kebaikan.
Kebahagiaan sejati seorang wanita adalah ketika kita mampu untuk bekerja keras mendidik anak-anaknya dengan agama, mengajarkan sunnah-sunnah Nabi kepada mereka dan mengarahkan mereka kepada hal-hal yang bermanfaat sehingga mereka akan ada doa di setiap sujud dan doa mereka yang akan membawa ibunya menuju kebahagiaan sejati yaitu surga-Nya. Seorang wanita yang lidahnya hanya digunakan untuk berkata yang bermanfaat, bukan untuk mencari aib orang lain. Ya, seorang wanita yang selalu bersanding dengan Al Qur’an seraya membaca, menghayati, dan mengamalkannya sambil bertobat dan beristigfar. Itulah wanita yang paling bahagia, dia akan menjaga kesetiaannya kepada suami bahkan sebelum mereka bertemu, menjaga kehormatannya dengan tidak menampakkan aurat, tidak mau disentuh laki-laki yang bukan mahram, dan tidak membagi cintanya untuk laki-laki yang belum tentu menjadi suaminya. Dialah wanita yang paling bahagia yang Allahpun akan menjaganya dengan memberinya laki-laki suci yang akan menjadi pendamping hidupnya.
Yup, siapa sih yang tidak ingin menjadi wanita paling bahagia…?? semua wanita normal pasti ingin mendapatkannya, termasuk kami yang duduk di lingkaran ini (masih normal dong, he3x… ). Sejarah telah membuktikan bahwa Aisyah, Khadijah, dan Fatimah bisa menjadi wanita paling bahagia itu, kenapa kita tidak…?? bukankah kami berempat (aku, Aisyah, Khadijah, dan Fatimah) sama-sama manusia ciptaan Allah..??
So, akupun bisa menjadi wanita paling bahagia kalo aku berusaha. “Yuppi….”, jawab temen-temenku yang dilanjutkan dengan argumen lainnya yang intinya mereka juga tak mau kalah, :-p Tidak terasa jam menunjukkan pukul 17.00 WIB, itu berarti saatnya kita pulang, gruduuuuk……… (kayak kambing dipanggil mbok’e, ha..3x)
Posted in Tak Berkategori | 5 Comments »