Smua Tlah Berubah


Written on 19 June 2009 – 22:52 | by andr14

kata-kata yang tepat untukku saat ini, smua tlah berubah. kini aku sudah menjadi seorang istri n seorang menantu, dimana sebelumnya aku adalah seorang anak, anggota masyarakat, seorang pendidik, aktivis dakwah, juga sebagai hamba Allah. amanah itu kini bertambah, bukan tergantikan. Ya,itu artinya smakin berat tanggung jawab yang kuemban saat ini.

Smua tlah berubah, dulu aku yang mau kemanapun seenaknya sendiri kini ada seseorang yang harus kumintai ijin dulu. Dulu aku suka malas cuci baju apalagi setrika, kini ada 3 pasang seragam kantor yang harus kusiapkan setiap minggunya. Dulu aku bebas membuat keputusan sendiri, kini harus beradu pendapat dulu hingga akhirnya keputusan diambil, masih banyak lagi hal-hal yang harus kurubah sekarang, termasuk dapat gaji doble ;-)
Awalnya smua terasa aneh, bahkan aku sempat sakit karena tekanan darah turun. kuncinya cuma ikhlas, melakukan smua karena Allah. Taat pada suami sebagai bentuk taat kita sama Allah n Rasulullah. Harapku, semoga gelar sebagai istri sholihah bisa kuraih. Amin………

Bookmark and Share

Menjadi Wanita Paling Bahagia


Written on 18 November 2008 – 22:36 | by andr14

Sabtu tlah tiba, hore…hore…hore…. Yup, hari sabtu adalah hari yang paling kunantikan, tau kenapa..?? bukan menanti diapelin pacar, but hari sabtu adalah hari dimana aku ketemu ma temen-temen untuk berbagi ilmu dan cerita tentunya (biasa, cewe gitu loh…). Tapi ini bukan sekedar cerita or sekedar gossip karena di dalam cerita itu akan kita kupas untuk mencari hikmah di baliknya. Ya, sejak lulus kuliah baru kusadari bahwa pertemuan dengan mereka adalah salah satu hal yang berharga dalam hidupku (cie…). Dulu aku merasa pertemuan ini Cuma bagian dari aktifitas pekananku, tapi tidak untuk sekarang. Aku rasa bukan Cuma aku yang merasa seperti ini, tapi juga mereka. Hal ini terbukti dengan selalu lengkapnya jumlah kami setiap pekannya, tidak seperti dulu tentunya (Ketahuan, sering bolos yach..).

Sore ini kami membedah buku “Menjadi Wanita Paling Bahagia”, karangan dari Dr. Aidh al-qarmi, buku yang fantastic n penuh hikmahn bagi muslimah pendamba surga. Menjadi wanita paling bahagia bukanlah menjadi wanita karier yang menumpuk harta untuk masa depan (katanya sih….), bukan pula wanita cantik berbody gitar spanyol yang berlenggak-lenggok di atas cat walk dimana mereka merasa bahagia dengan dikelilingi banyak laki-laki yang sangat mengagumi keindahan tubuhnya saja. Ya, mereka sudah ccukup bahagia dengan hidup mereka, merasa bahwa Allah berpihak padanya dengan alas an telah memberikan kesempatan segemilang itu.

Sungguh sempit pikiran mereka, kebahagiaan hanya diukur dengan banyaknya uang atau dengan banyaknya pria yang mengaguminya. Mereka bangga bisa tampil di televisi dengan memamerkan auratnya untuk dikonsumsi publik hanya demi mengejar jutaan rupiah yang mereka anggap sebagai sumber kebahagiaan di dunia ini. Padahal sesungguhnya Allah berulangkali memuji para wanita yang saleh dan beriman ”Allah telah menciptakan satu contoh bagi orang-orang yang beriman yaitu perempuan (istri fir’aun) ketika ia berdoa, ’Wahai Tuhanku, bangunkanlah buatku sebuah rumah yang dekat dengan-Mu di surga dan selamatkanlah aku dari Fir’aun dan perbuatannya, serta selamatkanlah aku dari orang-orang yang berbuat kezaliman.” (QS. At tahrim; 11). Kalo kita renungkan bersama, mengapa Allah menjadikan Asiyah r.a sebagai contoh hidup bagi orang-orang mukmin? Mengapa Allah menjadikannya sebagai permisalan dan gambaran nyata bagi mereka yang ingin mendapatkan kebahagiaan sejati? Bukan Britney Spears atau Avril, bukan pula Bunga Citra lestari ataupun Agnes Monica. Hal ini dikarenakan betapa cerdas dan teguhnya keimanan wanita ini, ia hanya mengharap kedekatan dengan Rabb-nya yang maha mulia, lebih memilih surga Allah daripada istana dunia, berani menentang kesewenang-wenangan fir’aun yang lalim lagi kafir dan menolak untuk hidup di istananya yang penuh dengan kemewahan dunia.

Berbalik 180 derajat dengan wanita sekarang yang rela menjual diri mereka dengan berlenggak-lenggok di depan ratusan bahkan jutaan pria yang bukan suaminya hanya dengan dalih untuk cari makan. Seberapa besar lambung kita kalo hanya untuk makan saja? Omong kosong kalo hanya untuk cari makan, kalo untuk hidup mewah itu baru bener (geregetan neh….). Kalo sekedar bisa hidup kenapa tidak dengan berdagang atau kerja lainnya yang tidak perlu memperlihatkan auratnya kan banyak sekali githu loh…karena sesunggunhya sesudah kesulitan itu terdapat kemudahan (QS. Al Insyiroh: 6) kalo kita bersabar di dalam kebaikan.

Kebahagiaan sejati seorang wanita adalah ketika kita mampu untuk bekerja keras mendidik anak-anaknya dengan agama, mengajarkan sunnah-sunnah Nabi kepada mereka dan mengarahkan mereka kepada hal-hal yang bermanfaat sehingga mereka akan ada doa di setiap sujud dan doa mereka yang akan membawa ibunya menuju kebahagiaan sejati yaitu surga-Nya. Seorang wanita yang lidahnya hanya digunakan untuk berkata yang bermanfaat, bukan untuk mencari aib orang lain. Ya, seorang wanita yang selalu bersanding dengan Al Qur’an seraya membaca, menghayati, dan mengamalkannya sambil bertobat dan beristigfar. Itulah wanita yang paling bahagia, dia akan menjaga kesetiaannya kepada suami bahkan sebelum mereka bertemu, menjaga kehormatannya dengan tidak menampakkan aurat, tidak mau disentuh laki-laki yang bukan mahram, dan tidak membagi cintanya untuk laki-laki yang belum tentu menjadi suaminya. Dialah wanita yang paling bahagia yang Allahpun akan menjaganya dengan memberinya laki-laki suci yang akan menjadi pendamping hidupnya.

Yup, siapa sih yang tidak ingin menjadi wanita paling bahagia…?? semua wanita normal pasti ingin mendapatkannya, termasuk kami yang duduk di lingkaran ini (masih normal dong, he3x… ). Sejarah telah membuktikan bahwa Aisyah, Khadijah, dan Fatimah bisa menjadi wanita paling bahagia itu, kenapa kita tidak…?? bukankah kami berempat (aku, Aisyah, Khadijah, dan Fatimah) sama-sama manusia ciptaan Allah..?? :-) So, akupun bisa menjadi wanita paling bahagia kalo aku berusaha. “Yuppi….”, jawab temen-temenku yang dilanjutkan dengan  argumen lainnya yang intinya mereka juga tak mau kalah, :-p Tidak terasa jam menunjukkan pukul 17.00 WIB, itu berarti saatnya kita pulang, gruduuuuk……… (kayak kambing dipanggil mbok’e, ha..3x)

Bookmark and Share

Saat indah bersamamu


Written on 29 October 2008 – 23:50 | by andr14

Hari ini entah knp ada perasaan yang gak biasanya, seperti ada sesuatu yang hilang (ada yg nyuri kali ye.. ). Siapa gerangan yang membuatku seperti ini..? (Sapa hayo..)

rasa ini berawal dari album foto yang lama tersimpan di loker kamar tidurku. Saat itu lagi ribet nyari beberapa buku lama, gak sengaja lihat tuh album yang lama banget gak kusentuh (sengaja sich, he3x..). Ya, karena kangen akhirnya kuambil n kubuka lembar demi lembarnya. Gubrak…..pas lembar ke 6 kubuka, ada sesuatu yg mengiris hati (kyk pisau ae). Gak kerasa hujan deras deh (cengeng ah, sama kyk muridx).

Hik…hik…hik…aku kangen sama temen-temen dulu, temen-temen yg kini sudah pada pulang ke kampung halamannya. Saat-saat indah tlah mengukir nama mereka di lubuk hatiku.

for my friends,

semoga Allah meridhoi jalanmu

semoga masa depan indah menantimu

semoga cita-citamu tercapai

semoga kita dipertemukan kembali dalam keadaan yang menyenangkan

semoga dakwah selalu menjadi niatan qt, seperti cita-cita qt dulu

semoga kita bisa saling mendoakan dalam stiap waktu

Walo kini jauh di mata, namun hatiku slalu merindukanmu, merindukan semangatmu, gurauanmu, dan angan-angan qt tentang kriteria suami ideal (he3x..)

Bookmark and Share

Anak adalah amanah


Written on 21 October 2008 – 23:07 | by andr14

Hidup di dunia anak-anak, sering aku berpikir tentang fitrah seorang anak. Dikatakan bahwa anak ibarat kertas putih, mau diberi warna apapun tergantung orang tuanya. melihat anak yg pemalu, anakpemarah, anak yg periang or anak yg cemberut ternyata adalah gambaran orang tuanya. orang tua adalah teladan utama anak-anak, baik dan buruknya akhlak anak tergantung kpd baik dan buruknya orang tuanya.

sebagai seorang pendidik, miris rasanya bila didikan yg diterapkan di sekolah tidak ditindak lanjuti di kehidupan keluarganya. waktu di sekolah yg hanya 2 jam tak sebanding dgn banyaknya waktu yg 22 jam di rumah.

Ya Allah, berilah kemudahan dan kekuatan hamba untuk menjadi pendidik yg baik, yg bisa mendidik mereka dengan akidah yg benar. Jagalah perilaku hamba agar bisa dijadikan contoh yg baik buat anak didikku

Bookmark and Share

Obat Hati


Written on 21 October 2008 – 13:32 | by andr14

Obat hati ada 5 perkaranya, (1) baca qur’an dan maknanya (2) sholat malam dirikanlah (3) berkumpullah dgn orang shalih (4) perbanyaklah berpuasa (5) dzikir malam perpanjanglah

Yup, yang namanya hati itu harus terus dijaga karena sesungguhnya eksistensi manusia terletak pada hatinya. Apabila hatinya baik maka akan menjadi baik pula. dan apabila hatinya menyimpang dari fitrah kebaikannya, maka iapun akan rusak

Iman itu labil, ada saatnya dia naik dan ada saatnya dia futur. Saat aku dalam kefuturan, alhamdulillah aku punya teman yg slalu mengingatkan aku, yg siap menggandeng erat tanganku untuk tetap berpegang teguh pada tali Allah.

Jerih payah tetes air mata & keringat takkan sia-sia karena ukhuwah yg terjalin di sini, di jalan Allah, untuk kebaikan. Pertemuan yg bukan krn untung terlihat di jln ini. To all ikhwah, semoga qt dipertemukan bersama-sama di surga-Nya

Amin…..

Bookmark and Share